Life is so fragile

Yups hidup itu rapuh banget..
Kenapa saya ngomong kayak gt?
Well semua berangkat dari hasil tes darah istri saya di minggu ke 16 usia kehamilannya.
Di jadwal pemeriksaan sebelumnya, ketika istri saya di minta tuk cek darahnya sama dokter, gak ada kekhawatiran sama sekali tentang hasil testnya nanti. Soalnya cek darah itu emang standar pemeriksaan kehamilan, dan kalau melihat point pemeriksaannya (toxoplasma, hiv, rubella, dll), there is nothing we should be afraid of. Tapi di malam ketika hasil pemeriksaannya keluar dan dokter Matsuzaki membacakan hasilnya, saya dan istri langsung merasa rapuh….lemes, bingung, sedih…
dr. Matsuzaki bilang kalau hasil test rubella istri saya terlalu tinggi…dokter cuma bilang kalau hal itu bisa ngerusak perkembangan janin yang sedang dikandung…saya yang emang gak ngeh apa itu rubella, malam itu masih menatap kosong sambil bingung…bukan karena saya gak sepenuhnya ngerti bahasa jepang yang diomongin si dokter tp lebih karena ‘kok bisa ini semua terjadi?’.

Si dokter waktu itu emang ngomong kalau di jepang saat itu emang lagi mewabah virus rubella. Tuh virus gampang banget menular lewat udara katanya. Akhirnya si dokter minta izin tuk check lebih detail lagi tentang hasil test ini, so he took my wife’s blood again. This time he would like to confirm, ini infeksi baru atau lama. Kalau nanti hasilnya ternyata adalah infeksi lama, maka kami gak perlu khawatir, tapi kalau ternyata itu adalah infeksi baru then it’s a problem.

Saat itu tante dan om saya lagi dateng ke Jepang tuk ngunjungin kita. Alhasil pulang dari dokter malam itu wajah kita muram berdua. Ngeliat tampang kita yang gelisah gt, tante saya pun penasaran. Cuma saya gak pengen nyampein kabar dari dokter td dulu.
Langsung sehabis itu saya searching info tentang rubella pada ibu hamil. Well for sure it was scary, efeknya ternyata parah banget ke janin, mulai dari cacat janin, hingga keguguran.

Saya sebenarnya pengen jadi laki2 yang kuat tuk ngehadepin hal ini, tapi saya gak bisa lihat muka istri saya sedih gt. Saya gak kebayang apa yang dirasain dia, yang ada saya ikutan nangis malam itu.
Akhirnya saya sampein ke om dan tante saya soal hasil test itu, perlu rasanya saya share beban yang ada.
Well selama seminggu kita nunggu hasil test darah berikutnya, tiap saat rasanya mata ini gak perlu diminta tiba2 dah netesin airmata sendiri.

Banyak web dan blog yang ngebahas tentang rubella pada ibu hamil, dan banyak juga ternyata pasangan yang akhirnya memutuskan untuk melakukan aborsi. Gak perlu naif, hal itu sempat terlintas juga di pikiran saya. Ada satu blog yang nyeritain dilema dia, saat tau kehamilannya terinfeksi rubella. Setelah baca cerita dia, saya ngerasa kayak ditampar.. Di blog itu dia cerita, kalau dia gak mau tuk aborsi kandungannya, apapun yang terjadi dia akan tetap melanjutkannya, karena bukan hak manusia untuk mengakhiri hidup seseorang, apalagi itu calon anak kita. Rasanya kayak disentil sama Allah SWT, dan saya pun mohon ampun sama Allah kalau sempet punya kepikiran jelek itu. Saya pun bilang ma istri, apapun yang terjadi nantinya, janin itu adalah anak kita, so we will keep and protect her/him. Dan kami berduapun semakin mendekatkan diri kepada Allah setelah itu. Memang Dia lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya.

Setelah menunggu dengan cemas selama kurang lebih 5 hari, akhirnya hasil test kedua udah di tangan si dokter. Kita pun langsung datang ke dokter. Alhamdulillah doa kami didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT, dokter konfirmasi kalau rubella yang ada adalah infeksi lampau, sehingga kita tidak perlu khawatir, dan malah nantinya anak kami pun akan mempunyai kekebalan virus itu.
Sujud syukur kami hanya kepada Mu ya Allah.. Setelah berita gembira itu kami terima, tentunya kami ngabarin si tante yang juga udah gak sabar pengen tau hasilnya. Kali ini air mata yang keluar dari mata kami adalah air mata bahagia. Setelah itu baru deh akhirnya kita berdua ngasih info tentang hal ini ke orang2 terdekat kita.

Jadi itulah alasan saya kenapa saya bilang kalau hidup itu rapuh banget. Semua ini jadi pelajaran buat saya dan istri tuk selalu bersyukur atas anugrah dan nikmat yang udah diberikan Sang Maha Pencipta Allah SWT.

Anakku…air mata dan senyum kami untuk mu…kami tunggu kelahiran mu di dunia ini…

Si Ayah Hebat 20130825
(dituangkan pada minggu ke 31 kehamilan istri, dalam perjalanan dinas ke Malaysia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s